Menelusuri Jejak Sejarah: Asbabun Nuzul Surah Al-Baqarah Ayat 119-121

Asbabun Nuzul Kata Surah Al-Baqarah ayat 119-121

Mengapa orang-orang Yahudi dan Nasrani di masa Nabi sulit menerima dakwah Islam? Dan mengapa seorang Rasul tidak dibebankan tanggung jawab atas mereka yang menolak kebenaran? Jawaban atas pertanyaan besar ini terangkum indah dalam Surah Al-Baqarah ayat 119-121.

Memahami Asbabun Nuzul (sebab turunnya ayat) tidak hanya menambah wawasan sejarah, tetapi juga memperkuat akidah kita dalam menghadapi dinamika perbedaan keyakinan di era modern. Mari kita bedah satu per satu.


Teks dan Makna Surah Al-Baqarah 119-121

Allah SWT berfirman mengenai tugas Rasulullah SAW dan karakter para pemegang kitab terdahulu:

"Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan..." (Ayat 119)

"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka..." (Ayat 120)

"Orang-orang yang telah Kami berikan Al-Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya..." (Ayat 121)


1. Ayat 119: Tugas Rasul Bukan Menghakimi

Ada sebuah riwayat dari Muqatil yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah merasa iba dan berkata, "Seandainya Allah menurunkan siksa-Nya kepada kaum Yahudi, pasti mereka beriman."

Namun, Allah kemudian menurunkan ayat 119 untuk menegaskan posisi Nabi:

  • Tugas Utama: Menjadi pembawa berita gembira (Basyir) dan pemberi peringatan (Nadzir).

  • Batas Tanggung Jawab: Nabi tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas pilihan orang-orang yang tetap memilih menjadi penghuni neraka.

Catatan: Ada pula pendapat yang menyebutkan ayat ini berkaitan dengan orang tua Nabi, namun para ulama menilai hadis tersebut bersifat mursal (tidak kuat).


2. Ayat 120: Rahasia di Balik Kritik Terhadap Perpindahan Kiblat

Ayat ini sangat populer karena menegaskan bahwa keridaan kaum Yahudi dan Nasrani terhadap dakwah Nabi memiliki "syarat" yang mustahil dipenuhi, yakni mengikuti agama mereka.

Menurut Ibnu Abbas, peristiwa ini memuncak saat perpindahan kiblat:

  1. Harapan Semu: Awalnya, kaum Yahudi Madinah dan Nasrani Najran berharap Nabi SAW akan terus berkiblat ke arah mereka (Baitul Maqdis).

  2. Kekecewaan: Begitu Allah memerintahkan arah kiblat berpindah ke Ka'bah, mereka pun berputus asa dan mulai menunjukkan ketidaksenangan yang nyata.

  3. Tawaran Gencatan Senjata: Riwayat lain menyebutkan mereka meminta gencatan senjata dengan iming-iming akan mendukung Nabi, namun itu hanyalah strategi agar Nabi mengikuti kemauan mereka.


3. Ayat 121: Cahaya bagi Mereka yang Jujur dalam Membaca Kitab

Jika ayat 120 berbicara tentang penolakan, ayat 121 memberikan pujian bagi mereka yang tulus. Ada beberapa pendapat mengenai siapa yang dimaksud dalam ayat ini:

  • Rombongan Habasyah: Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa ayat ini turun untuk 40 orang yang datang bersama Ja’far bin Abi Thalib dari negeri Habasyah (Ethiopia) dan Syam. Mereka adalah penganut agama sebelumnya yang jujur dalam mempelajari kitabnya sehingga begitu Islam datang, mereka langsung beriman.

  • Kaum Yahudi yang Masuk Islam: Adh-Dhahhak berpendapat ayat ini merujuk pada individu-individu Yahudi yang tulus masuk Islam.

  • Keteladanan Nabi: Qatadah dan Ikrimah memandang bahwa sosok yang membaca kitab dengan sebenar-benarnya dalam ayat ini adalah Nabi Muhammad SAW sendiri.


Hikmah untuk Kita Hari Ini

Dari ketiga ayat ini, kita bisa mengambil tiga pelajaran penting:

  1. Fokus pada Dakwah, Bukan Hasil: Tugas kita adalah menyampaikan kebenaran dengan cara yang baik, hidayah tetap urusan Allah.

  2. Prinsip yang Teguh: Kita diperintahkan untuk toleran, namun tetap teguh pada Millah (agama) Islam tanpa harus mengorbankan akidah demi menyenangkan pihak lain.

  3. Membaca dengan Hati: Menjadi orang yang "Yatlunahu haqqa tilawatihi" (membaca kitab dengan sebenar-benarnya) berarti mempelajari, memahami, dan mengamalkan Al-Qur'an secara totalitas.


Apakah Anda ingin tahu lebih dalam mengenai sejarah rombongan Ja'far bin Abi Thalib dari Habasyah yang disebut dalam ayat ini? Mari kita diskusikan di kolom komentar!


Keyword: Asbabun Nuzul Al-Baqarah 119-121, Tafsir Al-Baqarah, Sejarah Kiblat, Hubungan Islam Yahudi Nasrani, Belajar Al-Qur'an.