Isi Kandungan Fiqih QS. Al-Baqarah Ayat 164: Bukti Kekuasaan Allah dalam Penciptaan Alam Semesta
QS. Al-Baqarah ayat 164 menjelaskan berbagai tanda kebesaran Allah SWT yang dapat disaksikan oleh manusia melalui alam semesta. Langit, bumi, pergantian siang dan malam, kapal yang berlayar, hujan, angin, awan, hingga berbagai makhluk hidup merupakan bukti nyata kekuasaan dan keesaan Allah.
Melalui ayat ini, Allah mengajak manusia menggunakan akal untuk merenungkan ciptaan-Nya sehingga semakin kuat keimanan kepada-Nya. Karena itu, ayat ini menjadi salah satu dasar penting dalam fiqih akidah tentang kewajiban mentauhidkan Allah SWT.
Isi Kandungan Fiqih QS. Al-Baqarah Ayat 164
Allah SWT membeberkan bukti bahwa hanya Dialah yang memiliki sifat uluhiyah, yaitu dengan menciptakan langit, bumi, dan seluruh makhluk yang berada di antara keduanya.
Alam semesta yang begitu sempurna tidak mungkin tercipta dengan sendirinya, melainkan menunjukkan adanya Sang Pencipta Yang Maha Bijaksana, Maha Mengetahui, dan Maha Kuasa.
Berikut beberapa bukti kekuasaan Allah yang disebutkan dalam ayat ini.
1. Langit Menjadi Bukti Kekuasaan Allah
Langit terbentang tinggi tanpa tiang penyangga maupun gantungan. Keteraturan dan keseimbangannya menunjukkan kesempurnaan ciptaan Allah SWT.
2. Bumi Menjadi Tempat Kehidupan
Di bumi terdapat lautan, sungai, pegunungan, tambang, pepohonan, tanah datar, hingga berbagai bentuk permukaan yang menjadi tempat hidup manusia dan seluruh makhluk.
Semua itu menjadi bukti bahwa Allah telah menyiapkan bumi sebagai tempat kehidupan yang sempurna.
3. Pergantian Siang dan Malam
Pergantian siang dan malam berlangsung secara teratur tanpa pernah mengalami kekeliruan.
Perbedaan terang dan gelap, panjang dan pendeknya waktu siang maupun malam merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah.
Siang dimulai sejak terbit fajar hingga matahari terbenam, sedangkan malam dimulai sejak matahari terbenam hingga terbitnya fajar.
4. Kapal yang Berlayar di Laut
Allah SWT menundukkan laut sehingga kapal yang sangat berat dapat mengapung dan berlayar.
Menurut riwayat, Nabi Nuh AS adalah manusia pertama yang membuat kapal atas petunjuk Allah melalui Malaikat Jibril. Bentuk kapal dibuat menyerupai burung yang terbalik sehingga mampu mengapung di atas air.
Hal ini menunjukkan bahwa mengarungi lautan diperbolehkan untuk tujuan yang dibenarkan syariat, seperti berdagang, berhaji, maupun berjihad.
5. Turunnya Hujan
Hujan merupakan salah satu bentuk rahmat Allah kepada seluruh makhluk.
Melalui hujan, Allah menghidupkan bumi yang tandus, menumbuhkan tanaman, menyediakan rezeki, dan menyimpan sebagian air sebagai cadangan kehidupan.
Allah SWT berfirman:
وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً بِقَدَرٍ فَأَسْكَنَّاهُ فِي الْأَرْضِ ۖ وَإِنَّا عَلَىٰ ذَهَابٍ بِهِ لَقَادِرُونَ
Transliterasi: Wa anzalnā minas-samā'i mā'an biqadarin fa askannāhu fil-arḍ, wa innā 'alā żahābin bihī laqādirūn.
Artinya: "...Lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa untuk melenyapkannya." (QS. Al-Mu'minuun: 18)
6. Beragam Makhluk Hidup
Allah SWT juga menyebarkan berbagai jenis makhluk hidup di bumi. Firman Allah SWT:
وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ
Transliterasi: Wa battsa fīhā min kulli dābbah.
Artinya: "...dan Dia menyebarkan di bumi itu segala macam makhluk yang bergerak." (QS. Al-Baqarah: 164)
Kata daabbah mencakup seluruh jenis makhluk hidup yang bergerak di muka bumi.
7. Angin Sebagai Rahmat dan Azab
Perputaran angin merupakan bukti kekuasaan Allah.
Kadang angin membawa hujan dan kesuburan, kadang menjadi sebab datangnya bencana. Ada angin yang sejuk, panas, lembut, maupun sangat kencang.
Rasulullah SAW bersabda:
الريح من روح الله تأتي بالرحمة وتأتى بالعذاب، فإذا رأيتموها فلا تسبوها، وسألوا الله خيرها، واستعيذوا بالله من شرها
Artinya: "Angin adalah bagian dari rahmat Allah. Ia membawa rahmat dan juga membawa azab. Karena itu, apabila kalian melihatnya, janganlah mencelanya. Mintalah kepada Allah kebaikannya dan berlindunglah kepada-Nya dari keburukannya."
Rasulullah SAW juga mengajarkan doa ketika angin bertiup:
اللهم اجعلها رياحا ولا تجعلها ريحا
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah angin ini sebagai angin yang membawa kebaikan dan jangan jadikan ia sebagai angin yang membawa azab."
Para ulama menjelaskan bahwa istilah ar-riyāḥ digunakan untuk angin yang membawa rahmat, sedangkan ar-rīḥ sering digunakan untuk angin yang membawa azab.
8. Awan yang Mengambang
Awan bergerak dari satu tempat ke tempat lain tanpa tiang penyangga.
Fenomena ini menjadi salah satu tanda kebesaran Allah yang semakin tampak ketika disaksikan dari atas pesawat.
Ka'b al-Ahbar berkata bahwa awan merupakan penyaring hujan. Seandainya air hujan turun langsung tanpa awan, niscaya akan merusak segala sesuatu yang ditimpanya.
Pelajaran Fiqih dari QS. Al-Baqarah Ayat 164
Ayat ini mengandung sejumlah pelajaran fiqih dan akidah, di antaranya:
Wajib meyakini bahwa hanya Allah yang berhak disembah.
Alam semesta merupakan bukti nyata keesaan dan kekuasaan Allah.
Bertafakur terhadap ciptaan Allah termasuk ibadah yang dianjurkan.
Menggunakan akal untuk merenungkan tanda-tanda kebesaran Allah adalah perintah syariat.
Seluruh fenomena alam terjadi atas kehendak dan kekuasaan Allah semata.
Allah SWT berfirman:
قُلِ انْظُرُوا مَاذَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
Transliterasi: Qul unẓurū māżā fis-samāwāti wal-arḍ.
Artinya: "Katakanlah, 'Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi!'" (QS. Yunus: 101)
Allah SWT juga berfirman:
وَمَا تُغْنِي الْآيَاتُ وَالنُّذُرُ عَنْ قَوْمٍ لَا يُؤْمِنُونَ
Transliterasi: Wa mā tughnil-āyātu wan-nużuru 'an qaumin lā yu'minūn.
Artinya: "Dan tidaklah bermanfaat tanda-tanda (kebesaran Allah) dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman." (QS. Yunus: 101)
Allah SWT juga berfirman:
أَوَلَمْ يَنْظُرُوا فِي مَلَكُوتِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
Transliterasi: Awa lam yanẓurū fī malakūtis-samāwāti wal-arḍ.
Artinya: "Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi?" (QS. Al-A'raaf: 185)
Allah SWT juga berfirman:
وَفِي أَنْفُسِكُمْ ۚ أَفَلَا تُبْصِرُونَ
Transliterasi: Wa fī anfusikum afalā tubṣirūn.
Artinya: "Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikannya?" (QS. Adz-Dzaariyaat: 21)
Seluruh ayat tersebut menunjukkan bahwa seorang muslim diperintahkan menggunakan akalnya untuk memperhatikan alam semesta sebagai bukti bahwa alam ini memiliki Pencipta Yang Maha Bijaksana, Maha Mengetahui, Maha Kuasa, Maha Berkehendak, Maha Mendengar, Maha Melihat, dan Maha Berfirman.
Isi Kandungan Fiqih QS. Al-Baqarah ayat 164 menegaskan bahwa seluruh alam semesta merupakan bukti nyata keesaan dan kekuasaan Allah SWT. Langit, bumi, hujan, angin, awan, pergantian siang dan malam, hingga berbagai makhluk hidup adalah tanda-tanda yang mengajak manusia untuk semakin mengenal dan mengesakan Allah.
Dengan merenungkan ciptaan-Nya, seorang muslim akan semakin yakin bahwa hanya Allah yang berhak disembah. Oleh karena itu, ayat ini menjadi landasan penting dalam memperkuat tauhid sekaligus mendorong manusia untuk senantiasa bersyukur atas seluruh nikmat yang Allah anugerahkan.
