Hadis Menyampaikan Ilmu dengan Suara Lantang dan Penjelasannya

Hadis Menyampaikan Ilmu dengan Suara Lantang dan Penjelasannya

Dalam menyampaikan ilmu, Rasulullah Saw selalu memperhatikan keadaan orang yang beliau ajar. Beliau berbicara dengan jelas, memberi penjelasan sesuai kebutuhan, dan menegur dengan tegas ketika melihat kesalahan yang berkaitan dengan ibadah. Salah satu contohnya terdapat dalam hadis tentang sahabat yang berwudhu secara tergesa-gesa hingga bagian tumit mereka tidak terkena air dengan sempurna.

Hadis ini tidak hanya menjelaskan kewajiban menyempurnakan wudhu, tetapi juga menunjukkan bahwa seorang yang memahami ilmu boleh menyampaikan peringatan dengan suara lantang apabila keadaan memang memerlukannya.

Hadis tentang Tumit yang Tidak Terbasuh Sempurna

Dari Abdullah bin Amr r.a., ia berkata:

تَخَلَّفَ عَنَّا النَّبِيُّ ﷺ فِي سَفْرَةٍ سَافَرْنَاهَا فَأَدْرَكَنَا، وَقَدْ أَرْهَقَتْنَا الصَّلَاةُ، وَنَحْنُ نَتَوَضَّأُ، فَجَعَلْنَا نَمْسَحُ عَلَى أَرْجُلِنَا، فَنَادَى بِأَعْلَى صَوْتِهِ: وَيْلٌ لِلْأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ، مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا

Transliterasi: Takhal-lafa ‘annā an-nabiyyu ﷺ fī safaratin sāfarnāhā fa adrakanā, wa qad arhaqatnā ash-shalātu, wa nahnu natawadhdha’u, faja‘alnā namsahu ‘alā arjulina, fanādā bi a‘lā shautihi: wailun lil-a‘qābi minan-nār, marrataini au tsalātsan.

Artinya: “Nabi Saw pernah tertinggal dari kami dalam suatu perjalanan. Kemudian beliau menyusul kami ketika waktu shalat telah mendesak, sedangkan kami sedang berwudhu. Kami mengusap kaki kami, lalu beliau berseru dengan suara yang sangat tinggi, ‘Celakalah tumit-tumit dari api neraka,’ sebanyak dua atau tiga kali.” (HR. Imam al-Bukhari)

Sebab Rasulullah Saw Menegur dengan Keras

Dalam perjalanan tersebut, para sahabat mengakhirkan shalat hingga waktunya hampir habis. Karena khawatir tertinggal shalat, mereka segera berwudhu. Namun, keadaan tergesa-gesa membuat sebagian dari mereka tidak membasuh kaki dengan sempurna dan hanya mengusap bagian kaki.

Rasulullah Saw melihat tumit yang tidak terkena air secara merata. Karena wudhu merupakan syarat sah shalat, beliau langsung memberikan peringatan keras. Seruan beliau bukan bertujuan merendahkan sahabat, melainkan agar mereka segera memperbaiki wudhu sebelum mengerjakan shalat.

Kata arhaqatnā ash-shalātu dalam hadis tersebut menunjukkan bahwa waktu shalat sudah sangat sempit. Meski demikian, keadaan mendesak tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kesempurnaan bersuci.

Kewajiban Membasuh Kedua Kaki saat Wudhu

Hadis ini menjadi dalil bahwa kedua kaki wajib dibasuh dalam wudhu, termasuk bagian tumit hingga mata kaki. Air harus mengenai seluruh bagian yang wajib dibasuh, tidak cukup hanya mengenai sebagian kaki.

Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ

Transliterasi: Yā ayyuhalladzīna āmanū idzā qumtum ilash-shalāti faghsilū wujūhakum wa aydiyakum ilal-marāfiqi wamsahū biru’ūsikum wa arjulakum ilal-ka‘bain.

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai siku, sapulah kepalamu, dan basuhlah kakimu sampai kedua mata kaki.”
(QS. al-Mā’idah: 6)

Ayat ini menegaskan pentingnya membasuh kaki hingga mata kaki. Karena itu, ketika berwudhu, seorang Muslim perlu memastikan air mengenai sela-sela jari kaki, telapak kaki, punggung kaki, dan tumit.

Pelajaran dari Hadis

Hadis ini mengandung beberapa pelajaran penting. Pertama, wudhu harus dilakukan secara sempurna karena berkaitan dengan sah atau tidaknya shalat. Kedua, orang yang mengetahui adanya kesalahan dalam ibadah perlu menegur dengan cara yang tepat. Ketiga, suara boleh dikeraskan ketika diperlukan untuk memperingatkan orang banyak terhadap kesalahan yang penting.

Keempat, pengulangan peringatan dapat dilakukan untuk menegaskan sebuah kewajiban. Kelima, penyampaian ilmu hendaknya disesuaikan dengan keadaan, tujuan, dan manfaat bagi pendengar.

Kesimpulan

Hadis tentang ancaman bagi tumit yang tidak terbasuh mengajarkan bahwa wudhu tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Setiap bagian yang wajib dibasuh harus terkena air dengan sempurna, termasuk tumit dan kedua mata kaki.

Rasulullah Saw juga memberikan teladan dalam menyampaikan ilmu. Ketegasan beliau saat menegur menunjukkan kepedulian terhadap sahabat agar ibadah mereka benar. Seorang Muslim hendaknya menyampaikan nasihat dengan santun, tetapi tetap tegas ketika menyangkut perkara penting dalam agama.