Panduan Lengkap Ibadah Sa’i: Pengertian, Syarat, Sunnah dan Doa-Doanya

Dalam rangkaian ibadah haji dan umrah, Sa’i menempati posisi yang sangat penting sebagai salah satu rukun yang tidak boleh ditinggalkan. Secara bahasa, Sa’i berarti "berusaha" atau "berjalan". Namun dalam istilah syariat, Sa’i adalah ibadah berjalan kaki dan lari-lari kecil di antara dua bukit bersejarah, yakni Bukit Shafa dan Bukit Marwah.

Ritual ini merupakan bentuk napak tilas atas perjuangan Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim AS, saat mencari air untuk putranya, Nabi Ismail AS. Mari kita simak panduan lengkap mengenai syarat, sunnah, hingga tata cara pelaksanaannya sesuai sunnah Rasulullah SAW.


Syarat-Syarat Sah Sa’i

Agar ibadah Sa’i dianggap sah dan memenuhi rukun, jamaah harus memperhatikan empat syarat utama berikut:

  1. Dilakukan Setelah Tawaf: Sa’i harus dilakukan setelah menyelesaikan Tawaf Ifadhah atau Tawaf Qudum.

  2. Memulai dari Bukit Shafa: Perjalanan Sa’i wajib dimulai dari Bukit Shafa dan berakhir di Bukit Marwah.

  3. Melakukan 7 Kali Putaran: Perjalanan dari Shafa ke Marwah dihitung satu kali, dan kembalinya dari Marwah ke Shafa dihitung satu kali lagi. Total perjalanan berakhir pada putaran ketujuh di Bukit Marwah.

  4. Dilakukan di Tempatnya (Mas’a): Harus dilakukan pada jalur yang telah ditetapkan antara Shafa dan Marwah.


Sunnah-Sunnah Saat Melaksanakan Sa’i

Menjalankan sunnah-sunnah berikut akan menambah kesempurnaan pahala ibadah Anda:

  • Menyentuh Hajar Aswad: Sebelum memulai Sa’i, disunnahkan kembali ke Hajar Aswad untuk menyentuhnya setelah menyelesaikan shalat sunnah Tawaf.

  • Mendaki Bukit Shafa dan Marwah: Disunnahkan mendaki bukit hingga setinggi orang berdiri atau sampai bisa melihat Ka'bah.

  • Berlari Kecil di Pilar Hijau: Bagi laki-laki, disunnahkan berlari-lari kecil saat melewati area yang ditandai dengan lampu hijau, sementara di awal dan akhir jalur cukup berjalan kaki dengan tenang.

  • Membaca Dzikir dan Doa: Mengulang-ulang dzikir sebanyak dua atau tiga kali di puncak bukit sambil menghadap Kiblat.


Waktu Pelaksanaan Sa’i

Waktu utama pelaksanaan Sa’i adalah segera setelah menyelesaikan Tawaf Ifadhah (Tawaf Rukun). Namun, Sa’i juga boleh dilakukan setelah Tawaf Qudum bagi jamaah haji yang mengambil metode Haji Ifrad atau Qiran, dengan syarat di antara Tawaf Qudum dan Sa’i tersebut tidak diselingi oleh Wukuf di Arafah. Jika sudah melakukan Sa’i setelah Tawaf Qudum, maka tidak perlu lagi mengulang Sa’i setelah Tawaf Ifadhah.


Tata Cara Pelaksanaan Sa’i Langkah demi Langkah

  1. Menuju Bukit Shafa: Setelah Tawaf, berjalanlah menuju Bukit Shafa.

  2. Mendaki dan Menghadap Kiblat: Sesampainya di puncak Shafa, menghadaplah ke arah Ka’bah, angkat tangan, dan bacalah takbir serta doa.

  3. Berjalan Menuju Marwah: Mulailah berjalan dengan tenang. Saat tiba di antara dua pilar hijau, bagi laki-laki disunnahkan berlari-lari kecil (Raml).

  4. Tiba di Bukit Marwah: Lakukan hal yang sama seperti di Bukit Shafa (mendaki dan berdoa). Ini dihitung sebagai satu putaran.

  5. Ulangi Hingga 7 Kali: Lakukan bolak-balik hingga putaran ketujuh berakhir di Bukit Marwah.


Bacaan Doa-Doa Saat Sa’i

Berikut adalah kumpulan doa yang dibaca sesuai dengan tahapan Sa’i:

1. Doa Saat Mendaki Bukit Shafa dan Marwah

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ، اللهُ أَكْبَرُ عَلَى مَا هَدَانَا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى مَا أَوْلَانَا

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah, atas petunjuk yang diberikan-Nya kepada kami, segala puji bagi Allah atas karunia yang telah dianugerahkan-Nya kepada kami.”

2. Dzikir Tauhid di Atas Bukit

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ

Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan selain Allah saja, yang telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya dan menghancurkan sendiri musuh-musuh-Nya.”

3. Doa Saat Berlari di Antara Pilar Hijau

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ، إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ

Artinya: “Ya Tuhanku ampunilah, rahmatilah dan hapuskanlah apa-apa yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui. Sesungguhnya Engkau Ya Allah Maha Mulia dan Maha Pemurah.”


Kesimpulan

Sa’i bukan sekadar aktivitas fisik bolak-balik, melainkan simbol keteguhan iman dan usaha yang tak kenal menyerah dalam mencari rahmat Allah. Dengan memahami syarat dan tata caranya, semoga ibadah Sa’i kita diterima dan membawa keberkahan.


Penulis: Admin Alfailmu.com

Kategori: Fiqih Ibadah, Manasik Haji & Umrah

Wallahua’lam bish-shawab. Semoga Allah memudahkan langkah kita menuju Baitullah.


Bagikan artikel ini kepada kerabat yang akan berangkat haji atau umrah agar mereka dapat melaksanakan Sa’i dengan sempurna!

Sumber: Ust. H. Nailul Huda & Ust. M. Habibi, Terjemah Al-Mahalli, disunting.