Ingin Tawaf yang Sempurna: Simak 8 Sunnah Tawaf dalam Haji dan Umrah
Tawaf bukan sekadar berjalan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Di dalam ibadah mulia ini, terdapat berbagai sunnah tawaf yang jika diamalkan akan menyempurnakan pahala dan membawa kita lebih dekat pada sunnah Rasulullah SAW.
Bagi Anda yang sedang mempersiapkan diri untuk berangkat Haji atau Umrah, memahami rincian sunnah ini adalah kunci untuk meraih kekhusyukan. Berikut adalah 8 sunnah tawaf yang dirangkum dari berbagai literatur fiqih mu'tabar.
1. Tawaf dengan Berjalan Kaki
Sunnah utama dalam tawaf adalah berjalan kaki bagi mereka yang mampu. Hal ini berdasar pada hadis riwayat Imam Muslim dari Jabir r.a., bahwa setibanya di Makkah, Nabi SAW mendatangi Hajar Aswad, mengecupnya, lalu berjalan di samping kanannya.
Catatan: Menggunakan kursi roda atau kendaraan saat tawaf diperbolehkan jika ada uzur (sakit/lansia). Namun, jika dilakukan tanpa uzur, hukumnya sah tetapi kehilangan keutamaan berjalan kaki.
2. Mencium dan Menyentuh Hajar Aswad
Mengawali tawaf dengan menyentuh dan mencium Hajar Aswad adalah impian setiap jamaah. Rasulullah SAW bahkan meletakkan dahi beliau di atas batu mulia tersebut (HR. Bukhari & Muslim).
Jika Berdesakan: Jika tidak memungkinkan untuk mencium karena kondisi yang padat, cukup menyentuhnya dengan tangan lalu mencium tangan tersebut.
Isyarat Tangan: Jika menyentuh pun tidak mungkin, cukup berikan isyarat dengan tangan (istilam) tanpa perlu mencium bibir ke arah Hajar Aswad.
3. Memperbanyak Doa dan Bacaan Al-Qur'an
Selama tawaf, Anda disunnahkan berdoa dengan apa saja yang dikehendaki. Namun, membaca doa-doa ma’tsur (yang diajarkan Nabi) lebih utama.
Tips: Jika Anda belum menghafal doa-doa khusus, membaca Al-Qur'an selama tawaf jauh lebih utama dibandingkan diam atau membaca doa yang tidak bersumber dari dalil yang kuat.
4. Berjalan Cepat (Ramal) pada Tiga Putaran Pertama
Disunnahkan melakukan Ramal, yaitu berjalan cepat dengan langkah pendek dan tegap pada tiga putaran pertama. Sedangkan empat putaran sisanya dilakukan dengan berjalan biasa.
Ittiba’: Hal ini dilakukan sebagai bentuk mengikuti langkah Rasulullah SAW sebagaimana riwayat dari Ibnu Umar r.a.
5. Melakukan Idhthiba’ bagi Laki-laki
Idhthiba’ adalah cara memakai kain ihram dengan meletakkan bagian tengah selendang di bawah ketiak kanan dan menyampirkan kedua ujungnya di atas bahu kiri, sehingga bahu kanan tampak terbuka.
Khusus Laki-laki: Sunnah berjalan cepat dan idhthiba’ ini hanya berlaku bagi laki-laki dan tidak dianjurkan bagi perempuan.
6. Mendekat ke Baitullah (Ka’bah)
Berada sedekat mungkin dengan Ka’bah sangat dianjurkan demi mengharap keberkahan. Namun, perlu diperhatikan:
Jika berdesakan dengan lawan jenis, maka menjaga jarak demi menjaga kesucian wudhu lebih diutamakan daripada memaksakan diri mendekat ke Ka’bah.
7. Muwalah (Terus-menerus tanpa Terputus)
Sangat disunnahkan untuk melakukan tujuh putaran tawaf secara berturut-turut tanpa jeda lama. Memisahkan putaran tawaf tanpa alasan yang mendesak dianggap makruh, bahkan menurut sebagian ulama bisa membatalkan tawaf jika jedanya terlalu lama.
Pengecualian: Jika azan berkumandnag, Anda harus berhenti sejenak untuk shalat jamaah, lalu melanjutkan putaran tawaf dari titik terakhir. Ini termasuk uzur yang diperbolehkan.
8. Shalat Sunnah Dua Rakaat di Belakang Maqam Ibrahim
Setelah menyelesaikan tujuh putaran, sunnah berikutnya adalah melakukan shalat dua rakaat.
Bacaan Surat: Rakaat pertama membaca Surat Al-Kafirun dan rakaat kedua membaca Surat Al-Ikhlash.
Waktu: Jika dilakukan di malam hari, bacaan dikerjakan dengan suara nyaring (jihar), dan lirih (sir) jika dilakukan di siang hari.
Kesimpulan
Mengamalkan sunnah-sunnah di atas adalah bentuk kecintaan kita kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Dengan memperhatikan detail kecil seperti Ramal, Idhthiba’, hingga pemilihan doa, ibadah tawaf kita tidak hanya sekadar ritual fisik, tetapi menjadi perjalanan spiritual yang mendalam.
Semoga Allah SWT memudahkan langkah kita untuk melaksanakan tawaf dengan sempurna di Baitullah. Wallahu a’lam bish-shawab.
Jangan lupa bagikan artikel ini kepada calon jamaah lainnya agar menjadi amal jariyah yang bermanfaat!
