Tafsir Surah Al-Baqarah ayat 209-210: Sanksi Orang Tidak menerima Islam dengan Sempurna
Surah al-Baqarah Ayat 209 – 210:
فَاِنْ زَلَلْتُمْ مِّنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْكُمُ الْبَيِّنٰتُ فَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ (٢٠٩) هَلْ يَنْظُرُوْنَ اِلَّآ اَنْ يَّأْتِيَهُمُ اللّٰهُ فِيْ ظُلَلٍ مِّنَ الْغَمَامِ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ وَقُضِيَ الْاَمْرُ ۗ وَاِلَى اللّٰهِ تُرْجَعُ الْاُمُوْرُ ࣖ (٢١٠)
Artinya:
209. Tetapi jika kamu tergelincir setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepadamu, ketahuilah, bahwa Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.
210. Tidak ada yang mereka tunggu-tunggu kecuali datangnya (azab) Allah bersama malaikat dalam naungan awan, sedangkan perkara (mereka) telah diputuskan. Dan kepada Allahlah perkara dikembalikan. (QS. al-Baqarah : 208-210)
Kosa Kata QS. al-Baqarah Ayat 209-210
(زَلَلْتُمْ) kalian menyimpang dari masuk Islam secara keseluruhannya. Aslinya, kata zalla artinya (kaki tergelincir. Kemudian kata ini dipakai dengan makna “menyimpang dari kebenaran”.
(الْبَيِّنٰتُ) hujjah-hujjah yang terang dan dalil-dalil yang menunjukkan bahwa Islam, yang kalian diseru kepadanya, itulah agama yang benar.
(عَزِيْزٌ) Maha perkasa, tiada sesuatu pun yang sanggup menghalangi-Nya untuk membalas terhadap kalian. (حَكِيْمٌ) Maha Bijaksana dalam perbuatan-Nya: Dia menghukum orang yang berbuat salah dan mengganjar orang yang berbuat baik.
(هَلْ يَنْظُرُوْنَ) mereka tidak menunggu. (يَّأْتِيَهُمُ اللّٰهُ) yakni datangnya adzab Allah atau perinah-Nya. Ungkapan ini senada dengan firman-Nya “أو يأتي أمرك ربك” yang artinya “kedatangan azab Tuhanmu”.
(فِيْ ظُلَلٍ) ini adalah bentuk jamak dari kata zhullah, yang artinya , “sesuatu yang menaungimu”. (مِّنَ الْغَمَامِ) awan putih yang tipis. (وَقُضِيَ الْاَمْرُ) yakni telah usai, perintah untuk membinasakan mereka. (وَاِلَى اللّٰهِ تُرْجَعُ الْاُمُوْرُ) yakni di akhirat, di mana Allah akan membalas semua manusia.
Sementara itu kaum salaf berkata: “Kedatangan Allah dalam naungan awan” artinya sama dengan kedatangan-Nya yang disebutkan dalam ayat-ayat lain yang dipakai oleh Allah untuk menyifati diri-Nya.
Kita mengartikannya demikian tanpa menyimpangkan artinya, memerinci caranya, maupun menyerupakannya dengan makhluk. Pembahasan tentang sifat-sifat Allah sama dengan pembahasan tentang dzat-Nya.
Tiada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya dalam dzat-Nya, sifat-sifat-Nya, maupun
Tafsir dan Penjelasan QS. Al-Baqarah ayat 209-210
Selanjutnya Allah mengancam orang yang menyimpang dari jalur istiqamah. Dia memberitahu mereka: Kalau kalian menyeleweng dari kebenaran, dan menjauh dari jalan Allah, yaitu Islam, sesudah datang kepada kalian ayat-ayat yang terang dan hujjah-hujjah yang jelas dan pasti.
Kmeudian mereka memilih menyusuri jalan setan: jalan perselisihan, pertentangan, dan pemecah-belahan maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa dan tak dapat dikalahkan, atau Dia Mahakuasa dan tak ada sesuatu pun yang dapat menghalangi-Nya untuk membalas kalian, dan Allah Maha Bijaksana dalam perbuatan-Nya: Dia tidak melalaikan orang yang berbuat dosa, Dia pasti menghukumnya di dunia dan akhirat.
Demikianlah hukumnya bagi semua individu kalau mereka tidak konsisten di atas jalan istiqamah, tidak menjaga diri dengan tameng akhlak yang kuat.
Mereka juga mengabaikan syariat Allah seluruhnya atau sebagiannya, maka mereka tidak akan diberi pertolongan oleh Allah di dunia maupun di akhirat.
Selanjutnya Allah menambah ancaman ini dengan menyebutkan pertanyaan berikut: Apa yang sebetulnya ditunggu oleh orang-orang yang mendustakan dakwah Muhammad Saw setelah dakwah tersebut dikuatkan dengan dalil-dalil dan bukti-bukti yang terang.
Sehingga orang-orang yang menyimpang dari perintah Allah itu tidak lain adalah kedatangan Allah dengan membawa adzab yang diancamkan-Nya terhadap mereka dalam naungan awan sementara mereka menunggu turunnya hujan, sebagai hukuman bagi mereka
Serta kedatangan malaikat yang melaksanakan apa yang ditakdirkan dan dikehendaki Allah bagi mereka. Itu adalah perkara yang sudah diputuskan Allah.
Jadi, tidak dapat dielakkan. Dan tempat kembalinya segala sesuatu pada akhirnya adalah kepada Allah di hari Kiamat. Dia meletakkan segala sesuatu di tempatnya yang telah diputuskan-Nya. Dialah yang Awal: pencipta seluruh makhluk dan Dialah Yang Akhir: segala sesuatu akhirnya kembal kepada-Nya.
Hikmah penurunan adzab di bawah naungan awan-yang biasanya mendatangkan rahmat dan keberkahan (hujan) adalah adzab itu diturunkan secara mendadak tanpa ada peringatan terlebih dahulu. Allah berfirman dalam ayat yang lain:
“Dan (ingatlah) pada hari (ketika) langit pecah mengeluarkan kabut putih dan malaikat diturunkanlah (secara) bergelombang.” (QS. al-Furqaan: 25)
Hal tersebut memberi isyarat kepada orang beriman agar ia cepat-cepat bertobat dan memperbaiki keadaan supaya ia tidak dikejutkan dengan kedatangan adzab secara tiba-tiba sementara ia tidak menyadarinya.
Kalau pun ia tidak dikejutkan dengan kedatangan kiamat, ia akan dikejutkan dengan datangnya maut, atau penyakit yang membuatnya tak dapat beramal saleh. Dalam ayat lain Allah berfirman:
“Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang adzab kepadamu, kemudian kamu tidak dapat ditolong. Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu (Al-Qur’an) dari Tuhanmu sebelum datang adzab kepadamu secara mendadak, sedang kamu tidak menyadarinyal.” (QS. az-Zumar: 54-55)
(Abdul Hayyie al Kattani, dkk, Terjemah Tafsir Al-Munir 1)
