-->

Bukan Hanya Makan-Minum, 9 Hal Ini Juga Dapat Membatalkan Puasa!

Adalah Batal,  puasa orang yang sengaja -bukanlupa bahwa sedang berpuasa   sekalipun    banyak-a•nyak  melakukan semacam jima? atau  makan-   yang    mengetahui- bukan yang  tidak  tahu  bahwa kapaan yang  ia lakukan itu membatal. puasa karena baru saja mengenal Islam atau hidup dibelantara y..ang jauh dari orang yang . mengetahui  hal itu- lagi pula  da• klaamn keadaan bebas  merdeka  -bu• dalam keadaan terpaksa yang 

Bukan Hanya Makan-Minum, 9 Hal Ini Juga Dapat Membatalkan Puasa!
Bukan Hanya Makan-Minum, 9 Hal Ini Juga Dapat Membatalkan Puasa! (Ilustrasi - freepik.com/rawpixel.com)

karenanya  maka  apa  yang  ia laku kan itu bukan menjadi maksud hatinya  bukan   hasil  pikirannya dan  tidak  mendatangkan kelezatan dirinya-. Sebab melakukan jima', sekalipun tidak inzal (ejakulasi-keluar air mani)-;

2. Istimna' (Onani)

Atau  melakukan  istimna' (onani) sekalipun memakai tangan sendiri atau tangan isterinya, atau dengan persentuhan yang jika dilakukan nya   tanpa  tabir  bisa  membatalkan  wudlu;  Puasa tidakbatal  sebab  mencium atau merangkul wanita   d engan    bertabir,   sekalipun berulang   kali    dan   bersyahwat, atau  tabirnya tipis.

Maka  apabila seseorang lelaki me• rangkul  atau mencium wanita de• ngan tanpa terjadi persentuhan sesama badan karena ada tabirnya di  antara mereka berdua, kemudi an   inzal,   maka  puasanya  tidak batal,  sebab   tidak terjadi persen• tuhan sesama  kulit;  sebagaimana ihtilam  (keluar   mani  karena ber• mimpi)  atau  inzal  yang disebab• kan  oleh pandangan atau lamun• an.

Apabila bersentuhan kulit dengan Mahram  sendiri atau rambut  wa• nita bukan Mahram kemudian inzal,  maka puasunya tidak batal sebab perbuatan  seperti itu tidak membatalkan  wudlu, Keluar air madzi  tidak membata], kan puasa, lain halnya menurut pendapat  Ulama-ulama bermada hab Malikiy.

3. Muntah dengan sengaja

Puasa batal sebab  muntah  dengan sengaja sekalipun  tiada sedikitpun muntah  yang  kembali  masuk  pe• rutnya, misalnya sengaja  membu• at muntah  dengan cara  menjung• kuk/menungging;  Kalau ada yang masuk  kembali  dan disengaja  ma• ka  puasanya  batal,  karena   kese• ngajaan muntah  itu sendiri  telah cukup membatalkannya.

Adapun  bila  muntah  itu terjadi tanpa disengaja serta tiada sebagi• an muntahnya atau ludah muta• najjis  karena   tercampur  muntah itu masuk kembali setelah sampai daerah  luar,  atau  ada juga  yang masuk kembali tapi tidak sengaja dimasukkan,  makatidaklah membatalkan puasa,  karena itu semua berdasarkan hadits shahih.

Puasa tidak batal lantaran sengaja mengeluarkan  lendir  dahak  perut atau dahak  otak,  jika dilepihnya, karena   seringnya   perlu   melakukan  perbuatan  itu;  Adapun  jika lendir   itu   telah  sampai   daerah luar   kemudian  ditelan  kembali padahal  kuasa  melepihnya, maka secara  pasti  adalah  membatalkan puasanya; Batas  daerah  luar  ada• lah mulai letak makhraj  huruf:  C

Apabila   ada  nyamuk   masuk  ke dalam   perut,  maka  secara muthlaq  (madlarat  atau tidak)  dengan mengeluarkannya  kembali  puasa menjadi   batal;  Ia diperbolehkan mengeluarkannya   kembali  jika dengan  tetapnya  berada di dalam perut membuat  dirinya madlarat, dengan  kewajiban  mengqadla puasanya;   Demikian  menurut  fatwa kita.

Puasa batal  sebab masuknya benda  yang  tampak ·(bukan udara) sekalipun  hanya sedikit ke dalam bagian yang disebut Jauf  (rongga dalam) orang tersebut  di atas (yang   sengaja, tahu   hukumnya dan  tidak terpaksa), seperti misal nya  ke  dalam  rongga  perut,  hidung,  rongga  saluran  air kemih atau   saluran  air susu sekalipun tanpa  melewati penis  atau putik susu.

Sampainya jari wanita  dikala ber• istinja   hingga  melewati   bagian vagina yang tampak dalam posisi jongkok,    adalah   membatalkan puasanya;  demikian pula sampainya ujung jari  hingga mencapai masrabah/ototlingkar (jalan keluar tinja); Demikianlah Al-Qadli memuthlaqkan  hukumnya  (baik bagian  masrabah  yang  berongga atau tidak).

As-Subkiy    membatasi    dengan bahwa  yang  membatalkan adalah sampainya   kebagian   masrabah yang  berongga;  Lain halnya pada bagian  depannya yang mengatup, maka  tidak bisa  disebut Jauf;  la menyamakan  hukum  bagian  de. pan masrabah dengan  bagian  de• pan  saluran   air  susu  dan  saluran air kemih  lelaki yang tampak jjka digerakkan putik susu atau penis• nya, bahkan  yang  dua macam  ini lebih    utama  .(bukan    dianggap Jauf).

Putera As-Subkiy  berkata :   Ucapan  Al-Qadli  untuk  hati-hatinya hendaklah  buang air  besar di ma-' lam hari?  maksudnya yaitu melakukan  di malam hari adalah lebih baik daripada di waktu siang, tiada  sesuatupun  yang masuk  ke dalam  Jauf  masrabahnya;  bukan berarti diperintahkan agarmenun danya  hingga  malam  hari,   sebab tidak bakal seseorang itu diperintah   untuk  melakukan  sesuatu yang madlarat pada  diri  badannya.                                  .

Apabila  otot lingkar  orang  sakit bawasir keluar, maka puasa tidak menjadi batal dengan kembali masuknya  otot  tersebut;  Demikian pula jika ia memasukkan kembali memakai  jarinya,  karena hal  itu dengan terpaksa  harus dilakukan dan   atas dasar  keterpaksaan inilah  hukumnya ditentukan;  Sebagaimana   perkataan   Guru  kita :

Bilamana   ia  terpaksa memasukkan jari  tangannya  beserta  otot lingkar itu  kebagian  rongga  dalam,  maka  puasanya tidak batal; Kalau tidak karena  terpaksa,  maka  puasa menjadi   batal lantaran jari sampai ke rongga yang dalam.

Tidak  termasuk   "benda  tamp%"yaitu  atsar (=bekas, akibat, pengaruh),  seperti  misalnya sampainya rasa  makanan  pada tenggorokan orang  yang  mencicipinya (menjilat untuk mencicipi).

Tidak   termasuk  orang   ''sengaja yang  tahu  hukumnya  serta tidak terpaksa'',  yaitu  orang  yang lupa bila tengah berpuasa,  orang yang bisa  dimaklumi   ketidak  tahuannya  bahwa sampainya sesuatu ke dalam  rongga Jauf itu terlarang dan bisa membatalkan puasa, dan orang  yang terpaksa; Maka puasa mereka  tidak menjadi  batal  lantaran   sampainya. benda  tampak ke   dalam   Jauf,sekalipun  telah banyak-banyak  mereka   memakannya.

Apabila  ia mempunyai perkiraan bahwa makan karenalupa itu bi• sa   membatalkan  puasa,  lalu ia makan  lagi karena  tidak tahu kewajiban meneruskan laku  puasanya,  maka puasanya  menjadi  batal.  

Apabila sengaja membuka mulutnya  di dalam air lalu ada air yang masuk  ke dalam jaufnya,  atau menaruh air ke dalam mulutnya lalu terlanjur masuk sampai jauf,,  maka  puasanya batal; Atau  bila  se• ngaja   meletakkan sesuatu di da• lam mulutnya lalu   menelannya karena lupa, maka puasanya  tidak batal.

Puasa tidak  batal  sebab  sampainya   sesuatu   ke   batang   hidung, kecuali  setelah  melewati  pangkal khaisyum,   yaitu  ujung yang  atas hidung   (=januran  irung  ..Jawa).

0 Response To "Bukan Hanya Makan-Minum, 9 Hal Ini Juga Dapat Membatalkan Puasa!"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel